INFOTREN.ID - Dari gemerlap panggung politik hingga lorong-lorong sunyi permasalahan sosial, seorang pemimpin diuji. Raymundus Bena, Bupati Ngada, NTT ini kini berdiri di persimpangan jalan. Di satu sisi, sorotan kekayaan menghiasi profilnya. Di sisi lain, tragedi bunuh diri siswa SD merobek nurani masyarakat. Mampukah ia menyeimbangkan keduanya? Inilah kisah tentang harapan, nestapa, dan tantangan seorang pemimpin.

Awal Mula Sang Pemimpin: Jejak Pendidikan dan Organisasi

Raymundus Bena, lahir di Ngada pada 7 Januari 1973, adalah sosok pemimpin yang memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman organisasi yang kaya. Perjalanan akademiknya dimulai dari SDK Ngusumana, berlanjut ke SMP Negeri 1 Bajawa, dan SMA Negeri 4 Bajawa. Semangatnya untuk terus belajar membawanya meraih gelar Sarjana Sastra dari Universitas Jember, dan kemudian gelar S-2 dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 2001.

Selain aktif di dunia pendidikan, Raymundus juga memiliki rekam jejak yang panjang dalam berbagai organisasi. Ia pernah menjabat sebagai Koordinator BKPM P2KP, Sekretaris PDK Kabupaten Ngada, hingga Wakil Ketua Dewan Tanfidz Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Ngada.

Karier Profesional: Dari Penerjemah hingga Dosen

iklan sidebar-1

Karier profesional Raymundus Bena dimulai sebagai penerjemah dan asisten ahli numerasi pada Program AUSAID. Ia juga sempat berkiprah sebagai dosen di Universitas Terbuka Cabang Bajawa dan Universitas Citra Bakti. Pengalaman ini memberikan bekal berharga bagi dirinya untuk terjun ke dunia politik.

Menuju Puncak Kepemimpinan: Bupati Ngada 2025-2030

Pengalaman politik Raymundus terbilang panjang. Ia pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Ngada dari PDK dan PKB, menjabat Ketua Fraksi PKB, serta duduk di Badan Anggaran dan Badan Pembuat Peraturan Daerah DPRD. Sebelum dilantik sebagai bupati, Raymundus Bena lebih dulu menjabat sebagai Wakil Bupati Ngada periode 2021–2024. Pengalaman inilah yang mengantarkannya menjadi Bupati Ngada untuk periode 2025–2030. Pelantikannya dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta. Prosesi ini digelar bersamaan dengan pelantikan sejumlah kepala daerah lain hasil Pilkada Serentak 2024.

Visi Misi "Paket Murni": Mewujudkan Ngada yang Sejahtera