Infotren.id - Suzuki akhirnya angkat bicara soal langkah agresif produsen mobil China yang ramai-ramai memangkas harga. Produsen Jepang itu menyebut fenomena tersebut sebagai strategi jangka pendek yang bisa berdampak negatif ke pasar.

Menurut Suzuki, pemangkasan harga besar-besaran bisa merusak ekosistem industri otomotif dalam negeri. Mereka menilai persaingan sehat seharusnya berfokus pada inovasi, bukan sekadar banting harga.

Produsen China seperti Wuling dan BYD disebut memicu gelombang penurunan harga mobil di berbagai segmen. Hal ini memaksa banyak merek lain ikut menyesuaikan strategi demi menjaga daya saing.

Suzuki sendiri memilih tetap pada strategi stabil dengan menghadirkan kendaraan efisien dan berkualitas tanpa terjebak perang harga. Mereka percaya konsumen Indonesia menghargai nilai jangka panjang dari sebuah mobil.

Namun, Suzuki tak menampik bahwa tekanan dari mobil China membuat mereka harus lebih agresif dalam promosi dan peningkatan layanan purna jual. Inovasi teknologi dan efisiensi bahan bakar jadi fokus utama mereka ke depan.

iklan sidebar-1

Fenomena pemangkasan harga ini juga mendapat sorotan dari pengamat otomotif yang menilai pasar Indonesia tengah memasuki fase transisi kompetitif. Perubahan perilaku konsumen menjadi faktor penting dalam menentukan pemenang di pasar.

Dengan meningkatnya persaingan, Suzuki berharap regulasi pemerintah bisa menjaga iklim industri tetap sehat. Mereka juga mendorong kolaborasi antar pelaku industri agar tidak terjebak dalam persaingan destruktif yang merugikan semua pihak.