INFOTREN.ID - Sebagian besar warga Amerika Serikat (AS) termasuk 80 persen pemilih Partai Demokrat dan 41persen pemilih Partai Republik berpandangan bahwa AS sebaiknya mengakui kemerdekaan Palestina, demikian temuan survei dari Reuters/Ipsos (22/10/2025).
Survei daring yang berlangsung selama enam hari dan berakhir pada hari Senin (20/10) lalu menunjukkan bahwa 59 persen responden mendukung pengakuan negara Palestina oleh AS, sementara 33 persen menolak dan sisanya tidak yakin atau memilih tidak menjawab.
Di kalangan pemilih Partai Republik, sekitar 53 persen menentang pengakuan tersebut, sedangkan 41 persen menyatakan mendukung.
Baru‑baru ini sejumlah negara termasuk Inggris, Kanada, Prancis dan Australia telah secara resmi mengakui negara Palestina, yang memicu kecaman dari Israel, negara yang berdiri pada tahun 1948 dan menyebabkan perpindahan ratusan ribu warga Palestina serta dekade konflik.
Sekitar 60 persen responden dalam survei tersebut menyatakan bahwa tanggapan Israel di Gaza terlampau keras, dibandingkan 32 persen yang tidak setuju.
Presiden Donald Trump, yang kembali menjabat sejak Januari, selama ini cenderung mendukung Israel dalam perang tersebut dan bulan ini memediasi gencatan senjata, sehingga muncul harapan bahwa perdamaian jangka panjang bisa terwujud.
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Survei Reuters/Ipsos juga menunjukkan tanda‑tanda bahwa publik AS siap memberi Trump kredit jika upaya perdamaian berhasil.
Setidaknya 51 persen responden setuju dengan pernyataan bahwa Trump “layak mendapat kredit signifikan” jika perdamaian tertunda tercapai, sedangkan 42 persen tidak setuju. Namun, keberhasilan itu masih jauh dari yakin.
Lonjakan kekerasan akhir pekan lalu mengancam gencatan senjata yang baru berlangsung satu pekan dan diplomat AS meningkatkan tekanan terhadap Israel dan kelompok Hamas untuk menjalankan rencana Trump.


