INFOTREN.ID - Di tengah hiruk-pikuk ibukota Jakarta, sebuah gedung tua di Kwitang menanggung rahasia. 

Bukan lagi sekadar bangunan berdebu di antara hiruk kota, tapi kini jadi saksi bisu dari kisah dua anak bangsa yang hilang di tengah riuh perjuangan menuarakan kebenaran pada penghujung Agustus 2025 silam. 

Saat petugas menemukan dua kerangka manusia di reruntuhan itu, seolah waktu berhenti dan suara-suara yang dulu lenyap dalam ricuh kembali bergema dalam diam.

Air Mata di Balik Hasil Tes DNA

Hasil laboratorium akhirnya bicara: identik. Kedua kerangka itu bukan lagi misteri, melainkan kepastian pahit bagi dua keluarga yang selama ini menggenggam harapan. 

iklan sidebar-1

Di ruang kecil itu, tangis bukan lagi sekadar kesedihan, tapi juga penanda bahwa penantian telah berakhir meski tanpa keutuhan yang diharapkan.

“Yang kami takutkan ternyata benar,” ucap seorang ibu dengan suara pecah, sambil menggenggam foto anaknya yang terakhir terlihat di tengah asap dan gas air mata.

Riuh yang Menyisakan Sunyi

Demo yang berubah ricuh kala itu menelan banyak kisah tak selesai. Ada yang pulang dengan luka, ada yang tak pernah kembali.