INFOTREN.ID - Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sedang menghadapi ujian berat. Akibat kekurangan dana, organisasi internasional itu terpaksa memangkas sekitar 25 persen pasukan penjaga perdamaian di seluruh dunia.

Bukan sekadar angka, keputusan ini dikhawatirkan berdampak langsung pada stabilitas wilayah konflik yang selama ini dijaga dengan susah payah.

Pemangkasan tersebut mencakup personel militer, polisi, hingga staf sipil. Bahkan peralatan yang sudah ditempatkan di berbagai zona konflik pun turut ditarik.

“Secara keseluruhan, kami harus memulangkan sekitar 25 persen dari total pasukan penjaga perdamaian dan polisi, termasuk peralatan mereka,” ujar salah satu pejabat senior PBB yang dikutip Reuters (8/10/2025).

Puluhan Ribu Personel Akan Ditarik

iklan sidebar-1

Langkah pengurangan pasukan perdamaian dunia yang diamlbil oleh PBB ini bukan keputusan kecil.

PBB memproyeksikan akan menarik antara 13.000 hingga 14.000 pasukan, mencakup berbagai misi utama seperti di Sudan Selatan, Republik Demokratik Kongo, Lebanon, Kosovo, Siprus, Republik Afrika Tengah, Sahara Barat, Dataran Tinggi Golan, hingga Abyei, wilayah sengketa antara Sudan dan Sudan Selatan.

Tak hanya pasukan, pemangkasan ini juga berdampak pada staf sipil serta kapasitas operasional di lapangan.

Sejumlah program kemanusiaan yang bergantung pada perlindungan pasukan PBB pun terancam lumpuh.