INFOTREN.ID - Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, memulai lawatan pentingnya ke India pada awal Oktober 2025 ini.

Tidak sekadar kunjungan resmi, Starmer membawa serta delegasi besar berisi lebih dari 100 tokoh dari dunia bisnis, pendidikan, budaya, dan teknologi.

Tujuan utamanya jelas: menghidupkan kembali semangat kemitraan ekonomi antara dua negara setelah kesepakatan perdagangan bebas yang baru diteken.

Dalam pernyataannya dilansir dari Reuters (8/10/2025), Starmer menegaskan: “Ini bukan sekadar selembar kertas, tapi landasan untuk pertumbuhan.”

Kunjungan ini menjadi simbol nyata dari transformasi hubungan Inggris–India. Di tengah dinamika global, kedua negara ingin menunjukkan bahwa kolaborasi strategis bisa melampaui sekadar janji diplomatik.

iklan sidebar-1

Kesepakatan Bersejarah yang Jadi Titik Awal Baru

Kesepakatan perdagangan bebas antara Inggris dan India, yang telah melalui negosiasi alot selama lebih dari tiga tahun, akhirnya berhasil disepakati pada Juli lalu.

Isinya mencakup penghapusan tarif secara bertahap pada berbagai komoditas utama mulai dari tekstil, produk otomotif, hingga whisky asal Inggris.

Pemerintah Inggris menyebut perjanjian ini sebagai: “Bukan batas atas, melainkan batas bawah.”