Infotren.id - Belakangan, jagat media sosial dihebohkan dengan penampilan Niken Salindry, seorang remaja asal Kediri yang tampil percaya diri membawakan lagu “Bokong Semok”. Aksinya tidak hanya mengundang tawa dan kagum warganet Indonesia, tapi juga menarik perhatian netizen luar negeri. 

Mereka terpukau dengan gaya panggung Niken Salindry yang unik, ekspresif, dan penuh percaya diri hingga menjulukinya sebagai “Baddie Indonesia”. Julukan ini biasanya dilekatkan pada sosok perempuan yang karismatik, stylish, dan berani tampil beda.

Di balik sosok yang viral itu, ternyata adalah Niken Salindry, gadis kelahiran Kediri, 29 Juni 2008. Sejak kecil, Niken dikenal sebagai sinden cilik berbak yang menekuni seni tradisi Jawa dengan penuh keseriusan.

Niken lahir dari pasangan Erik dan Wiwin, serta mewarisi darah seni dari ayahnya yang dikenal sebagai dalang Ki Deggleng Gondosukono. Kehidupan seni sudah akrab dengannya sejak kecil. Bahkan sejak masih TK, Niken sudah menunjukkan ketertarikan pada dunia sinden. Ia berlatih secara otodidak melalui kaset rekaman hingga akhirnya bisa menguasai teknik vokal tradisional.

Bakatnya bukan hanya sebatas menyanyi. Niken juga pandai menari, melontarkan guyonan, dan berinteraksi dengan penonton ketika tampil di panggung. Perpaduan itu menjadikannya sosok penghibur yang lengkap dan menggemaskan.

iklan sidebar-1

Niken mulai dikenal publik setelah video dirinya menyanyikan lagu “Mangku Purel” versi campursari viral di TikTok dan YouTube. Penampilannya yang polos, centil, tapi penuh penghayatan membuat banyak orang terhibur.

Kesuksesan viral itu membawanya ke berbagai panggung nasional. Ia pernah menjadi bintang tamu di "Kontes KDI", hingga tampil di acara "I Can See Your Voice 5" bersama Betrand Peto dan Aneth. Selain itu, ia sudah membawakan berbagai lagu Jawa seperti "Tresnaku Wis Hilang", "Gelang Alit", "Lingsir Wengi", hingga "Anoman Obong",

Niken juga pernah merilis single duet bertajuk "Bila Willing” bersama Ester, sinden asal Boyolali. Kehadirannya di industri musik tradisional memberi warna baru karena ia bisa memadukan kesan klasik dengan gaya khas remaja.

Salah satu momen penting dalam perjalanan Niken adalah ketika ia bertemu dengan Soimah Pancawati, seniman serba bisa sekaligus pesinden populer. Soimah memberi wejangan kepada Niken agar terus berlatih dan tidak meninggalkan akar budaya Jawa. Pesan ini menjadi motivasi besar bagi Niken untuk semakin serius menekuni dunia seni.