INFOTREN.ID - Siapa sangka, program makan bergizi gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai solusi cerdas untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia justru menyimpan bara api yang siap meledak kapan saja.
Isu pemecatan relawan mencuat, dan seorang tokoh penting turun tangan! Apa yang sebenarnya terjadi di balik layar?
Wakil Kepala BGN Pasang Badan: Relawan MBG Tak Boleh Dipecat!
Kabar mengejutkan datang dari Badan Gizi Nasional (BGN). Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, dengan tegas melarang pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memecat relawan yang telah berjuang di dapur demi menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Ingat ya, setiap SPPG dilarang memecat para relawan, karena Program MBG tidak sekadar memberikan makanan bergizi kepada siswa, tetapi juga untuk menghidupkan perekonomian masyarakat, termasuk dengan mempekerjakan 47 warga lokal di setiap SPPG," tegas Nanik S Deyang dalam acara Koordinasi dan Evaluasi Program MBG di Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (05/12) dikutip dari situs web BGN.
Jumlah Penerima Manfaat Dikurangi, Relawan Jadi Korban?
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Kebijakan pengurangan jumlah penerima manfaat MBG disebut-sebut menjadi penyebab utama munculnya isu pemecatan relawan.
BGN berdalih bahwa langkah ini diambil demi menjaga kualitas pemenuhan gizi. Namun, di sisi lain, pengurangan ini berdampak pada nasib para relawan yang menggantungkan hidupnya pada program ini.
Nanik menjelaskan bahwa awalnya SPPG dapat mengelola lebih dari 3.500 penerima manfaat.


