INFOTREN.ID - Geger! Menjelang pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten, aroma busuk praktik jual beli jabatan kembali menyeruak. Menurut informasi, untuk menduduki posisi Eselon IV saja, seorang pegawai konon harus merogoh kocek hingga Rp100 juta!
Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, Deden Apriandhi Hartawan, mengaku telah menerima laporan mengenai adanya oknum yang memanfaatkan momen pelantikan untuk keuntungan pribadi. Praktik ini jelas mencoreng wajah birokrasi dan meruntuhkan kepercayaan publik.
Modusnya pun terbilang klasik, namun tetap saja bikin geram. Oknum tersebut mengklaim dapat 'mengamankan' posisi dengan mendekati tokoh masyarakat yang konon punya pengaruh ke Gubernur. Benarkah demikian?
"Apa iya tokoh masyarakat mengurusi rotasi pejabat. Kami tidak melarang setiap pegawai menyampaikan keinginan kepada orang lain, baik itu pimpinannya atau tokoh masyarakat dan tokoh agama. Tapi jangan ada transaksional," tegasnya, dikutip Radar Banten.
Sekda Deden dengan tegas menolak praktik transaksional semacam ini. Ia khawatir, jika dibiarkan, akan menimbulkan fitnah dan menjadi preseden buruk di lingkungan Pemprov Banten.
"Mungkin bisa dianggap uang itu akan disampaikan ke Gubernur, padahal tidak menerima. Atau bisa juga nanti menjadi kebiasaan buruk," tandasnya.
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Ia mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak tergoda dengan iming-iming dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Jabatan, kata dia, adalah amanah yang harus diraih melalui kompetensi dan kinerja, bukan dengan cara instan.
"Saya tekankan kepada seluruh ASN, jangan sampai ada yang tergoda dengan iming-iming dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Semua proses berjalan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku," tegasnya.
Ditegaskan pula bahwa pelantikan pejabat didasarkan pada kebutuhan organisasi dan hasil evaluasi kinerja, bukan karena faktor kedekatan atau praktik jual beli jabatan. Gubernur Banten, Andra Soni, juga menekankan pentingnya prestasi nyata bagi setiap ASN.


