INFOTREN.ID - Pernahkah kamu merasa dunia ini begitu kejam dan tak adil? Kisah tragis seorang siswa bunuh diri yang datang dari Nusa Tenggara Timur (NTT) ini akan membuat hatimu terenyuh. Seorang siswa sekolah dasar (SD) dikabarkan mengakhiri hidupnya sendiri. Apa yang membuatnya melakukan tindakan nekat ini?

Luka di Ujung Timur: Kisah Pilu YBS

Seorang anak dengan inisial YBS (10) meninggalkan surat berisi ucapan selamat tinggal untuk ibunya sebelum mengakhiri hidupnya. Sebelum meninggal, YBS diduga meminta uang untuk membeli buku dan pena seharga kurang dari Rp10.000. Lalu, ibunya MGT (47) menjawab mereka tak punya uang.

Cak Imin Angkat Bicara: Pemerintah "Tidak Tahu"?

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, akhirnya buka suara terkait kejadian ini. Namun, pernyataannya justru menuai kontroversi.

iklan sidebar-1

Cak Imin mengatakan bahwa pemerintah pusat dan daerah akan membantu jika masyarakat menyampaikan keluhan ekonomi atau kemiskinannya. "Jangan sampai beban-beban ekonomi tidak tersampaikan kepada para pejabat ataupun tokoh masyarakat. Kasusnya tidak boleh terjadi lagi," ujarnya kepada awak media, Rabu (4/2/2026), dilansir dari Bloomberg Technoz.

Ironi di Balik Data Kemiskinan

Pernyataan Cak Imin ini seolah menampik fakta bahwa pemerintah memiliki data yang jelas dan detail tentang kemiskinan di tiap daerah. Data-data tersebut pun kerap diklaim menjadi dasar pembuatan kebijakan bagi masyarakat, termasuk di bidang pendidikan.

Reaksi Netizen: Geram dan Kecewa!