Infotren - Serangan mendadak yang diluncurkan mantan Presiden Donald Trump ke fasilitas nuklir Iran memicu kegemparan di kalangan elit politik Amerika Serikat. Kongres AS kini terbagi dua dalam menanggapi langkah kontroversial tersebut.
Politisi dari Partai Republik mayoritas mendukung tindakan Trump yang dianggap sebagai bentuk perlindungan terhadap keamanan nasional. Mereka menilai Iran terlalu berbahaya untuk dibiarkan terus mengembangkan program nuklirnya.
Sebaliknya, Partai Demokrat mengecam keras aksi tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan sembrono yang bisa memicu konflik global. Mereka khawatir serangan itu justru akan memperkeruh hubungan diplomatik dan menciptakan ketegangan baru di Timur Tengah.
Ketua DPR AS menyatakan perlunya penyelidikan lebih lanjut terkait dasar hukum serangan tersebut. Ia juga mendesak Gedung Putih memberikan klarifikasi apakah langkah itu mendapat otorisasi resmi.
Mantan Presiden Trump sendiri mengklaim bahwa serangan tersebut adalah bentuk pencegahan dini demi mencegah ancaman lebih besar. Ia menuding Iran telah melanggar perjanjian internasional dan berpotensi membahayakan sekutu-sekutu AS.
Pakar kebijakan luar negeri menyebut perpecahan di Kongres ini berpotensi mengganggu stabilitas dalam negeri. Isu keamanan nasional yang seharusnya menyatukan, justru memunculkan polemik politik berkepanjangan.
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Sampai saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Iran atas serangan tersebut. Dunia internasional pun menyerukan agar AS menahan diri dan mengedepankan jalur diplomatik dalam menyikapi isu nuklir global.


