INFOTREN.ID – Jepang sedang menghadapi momen bersejarah. Pemilihan pemimpin Partai Demokrat Liberal (LDP) yang akan digelar Sabtu ini berpotensi menghasilkan perdana menteri perempuan pertama atau pemimpin termuda dalam sejarah modern negara tersebut.

Dilansir dari Reuters (3/10/2025), dua kandidat yang paling mencolok adalah Sanae Takaichi, 64 tahun, seorang konservatif nasionalis yang dikenal sebagai sekutu mendiang PM Shinzo Abe, dan Shinjiro Koizumi, 44 tahun, politisi moderat yang juga putra kedua dari mantan PM Junichiro Koizumi.

Nama Yoshimasa Hayashi, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang berusia 64 tahun, juga masuk dalam bursa kuat kandidat.

Mereka bersaing menggantikan Shigeru Ishiba, yang mengundurkan diri menyusul serangkaian kekalahan pemilu.

Meski LDP masih menjadi partai terbesar di parlemen, kekalahan tersebut menyebabkan kehilangan mayoritas dan memicu ketidakstabilan internal.

iklan sidebar-1

Mantan Menteri Dalam Negeri Jepang, Sanae Takaichi, menyampaikan pidato pada awal kampanye pemilihan presiden LDP di Tokyo, Jepang, 22 September 2025. Franck Robichon/Pool via REUTERS

Pemimpin Baru, Tugas Besar

Pemimpin terpilih dari LDP kemungkinan besar akan menjadi perdana menteri (PM) berikutnya, namun harus segera menghadapi sejumlah tantangan besar.

PM Jepang yang baru harus mampu menghidupkan kembali ekonomi yang lesu, menenangkan keresahan di dalam partai, serta membendung gelombang dukungan terhadap partai oposisi dan populis baru yang kian menguat.