Alih-alih membahas tuduhan bahwa dirinya tidak menghormati nilai moral Indonesia, Bonnie justru menyoroti perilaku aparat kepolisian saat penggerebekan yang ia klaim berlangsung tidak profesional.
INFOTREN.ID - Penangkapan konten kreator dewasa Bonnie Blue di Bali kembali menjadi sorotan publik setelah ia mengunggah sebuah video pengakuan yang kini viral di media sosial.
Dalam video tersebut, Bonnie tidak hanya membantah tudingan bahwa dirinya tidak menghormati nilai moral Indonesia, tetapi juga menyampaikan sejumlah klaim mengenai dugaan perilaku tidak profesional oknum petugas saat penggerebekan di villanya.
Video itu dengan cepat menyebar dan memicu perdebatan luas, menggeser perhatian publik dari substansi kasus hukum ke cara kewenangan dijalankan oleh aparat di lapangan.
Klaim Penggerebekan Berskala Besar
Dalam pengakuannya, Bonnie menyebut penangkapan tersebut melibatkan sekitar 40 anggota kepolisian yang mendatangi villanya. Ia mengklaim proses penggeledahan berlangsung secara berlebihan dan menyebabkan kondisi villa berantakan.
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
“Villa saya diacak-acak, seperti dihancurkan,” ujar Bonnie dalam video tersebut.
Klaim ini memunculkan pertanyaan publik mengenai proporsionalitas tindakan aparat dalam menangani satu orang terduga pelanggar hukum.
Dugaan Aksi FaceTime Saat Penggerebekan


