INFOTREN.ID - Jakarta, kota metropolitan yang menyimpan jutaan cerita, kembali menghadirkan sebuah kisah inspiratif. 

Di tengah hiruk pikuk Balai Kota, Amir (50), seorang warga Jakarta Pusat, berdiri dengan senyum merekah. Setelah 27 tahun berlalu, akhirnya ia bisa menggenggam ijazah SMA-nya. 

Sebuah penantian panjang yang penuh liku, kini berbuah manis berkat program pemutihan ijazah dari Pemprov DKI Jakarta.

Terjebak dalam Keterbatasan

Tahun 1998, Amir lulus dari SMA Dwi Saka. Namun, impiannya untuk segera menggunakan ijazah harus tertunda. Keterbatasan ekonomi menjadi tembok penghalang. Ia tak mampu melunasi biaya sekolah yang tersisa, sehingga ijazahnya tertahan.

iklan sidebar-1

"Saya dari pas lulus dari SMA Dwi Saka aja (belum diambil) tahun 1998," ungkap Amir dengan nada haru dilansir dari Kompas.com (30/12/2025).

"Ya perasaannya saya bangga, senang, gitu. Karena bisa keambil ijazah, gitu. Bertahun-tahun belum diambil," lanjutnya.

Secercah Harapan dalam Fotokopi

Tanpa ijazah asli, Amir kesulitan mencari pekerjaan yang layak. Ia terpaksa bekerja serabutan, termasuk menjadi seorang cleaning service.