INFOTREN.ID - Di tengah turbulensi politik dan tekanan ekonomi pasca-pandemi, Jepang mendekati babak baru yang tak terbayangkan sebelumnya: dipimpin oleh seorang perempuan.
Sanae Takaichi, figur vokal dari Partai Demokrat Liberal (LDP), melangkah menuju kursi Perdana Menteri dengan gaya dan visi yang mengguncang tatanan lama.
Bukan sekadar soal gender, ini adalah tentang keberanian melawan sistem. Dan Jepang, negara yang dikenal konservatif soal peran perempuan, kini dipaksa melihat ulang wajah kepemimpinan mereka.
Takaichi: "Iron Lady" dari Timur yang Siap Mengubah Permainan
Takaichi bukan nama baru. Ia pernah menjabat menteri di berbagai kabinet, dikenal vokal, dan tak ragu mengambil sikap keras.
Dalam berbagai wawancara, ia menyebut Margaret Thatcher sebagai panutan. "Ketegasan dengan kehangatan," begitu ia mendefinisikan pendekatan kepemimpinannya.
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Langkahnya tak hanya menjadi headline di Tokyo, tapi juga menjadi sorotan dunia.
“Terinspirasi oleh Margaret Thatcher, Takaichi memecahkan langit-langit kaca politik Jepang,” ujarnya dilansir dari Reuters (6/10/2025)


