INFOTREN.ID - Nilai tukar rupiah kembali melemah pada awal perdagangan hari ini, Rabu, 9 Juli 2025. Tekanan datang dari penguatan dolar AS yang dipicu oleh langkah agresif Presiden Donald Trump dalam memberlakukan tarif impor terhadap sejumlah negara.
Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.45 WIB, rupiah diperdagangkan di level Rp16.260 per dolar AS, melemah 54,5 poin (0,34%) dibanding penutupan sebelumnya di Rp16.205,5. Di sisi lain, data Yahoo Finance menunjukkan nilai tukar rupiah berada di posisi Rp16.233 per dolar AS.
Menurut analis pasar uang Ibrahim Assuaibi, pergerakan rupiah hari ini cenderung fluktuatif namun masih berada dalam tren pelemahan, dengan perkiraan pergerakan di kisaran Rp16.200 sampai dengan Rp16.250 per USD.
Faktor utama pelemahan rupiah adalah kekhawatiran pasar atas kembalinya ketegangan dagang global. Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif baru sebesar 25% untuk seluruh produk dari Korea Selatan dan Jepang, efektif mulai 1 Agustus 2025. Langkah ini dianggap sebagai bentuk protes terhadap apa yang disebut Trump sebagai praktik dagang tidak adil yang dilakukan oleh kedua negara tersebut.
Trump juga merilis daftar tarif impor baru untuk beberapa negara lainnya, di antaranya adalah:
- Indonesia: 32%
- Malaysia & Kazakhstan: 25%
- Afrika Selatan: 30%
- Bangladesh: 35%


