INFOTREN.ID - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berbalik menguat pada perdagangan hari ini, Senin, 1 September 2025, meskipun sebelumnya diprediksi akan tertekan oleh ketidakstabilan situasi sosial-politik di dalam negeri.
Mengutip data Bloomberg, rupiah ditutup pada level Rp16.418,5 per dolar AS, menguat 81 poin atau 0,49% dibandingkan posisi penutupan akhir pekan lalu, Jumat (29/8/2025), yang berada di level Rp16.499,5 per dolar AS setelah melemah hingga 0,9%.
Sementara itu, indeks dolar AS turut melemah ke posisi 97,64, terkoreksi 0,13% dari sebelumnya 97,83 per 31 Agustus 2025.
Proyeksi vs Realisasi
Sebelumnya, analis pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan bahwa rupiah berpotensi melanjutkan depresiasi di awal pekan ini, terutama akibat meningkatnya ketegangan sosial-politik dalam negeri. Ia memperkirakan pergerakan rupiah akan fluktuatif namun berisiko melemah di kisaran Rp16.490 hingga Rp16.520 per dolar AS.
Namun, realisasi menunjukkan bahwa rupiah justru berhasil menguat, berbanding terbalik dengan ekspektasi tersebut.
Faktor Domestik: Ketegangan Sosial dan Politik
Ketidakpastian di dalam negeri meningkat sejak aksi demonstrasi besar-besaran yang terjadi pada Kamis (28/08/2025). Aksi tersebut dipicu oleh sejumlah isu kontroversial, termasuk rencana pemerintah untuk memberikan tunjangan perumahan kepada anggota DPR, yang dinilai tidak sensitif terhadap kondisi ekonomi rakyat.
Aksi demonstrasi yang berujung pada jatuhnya korban jiwa memperkeruh situasi. Ketidakpuasan juga diperburuk oleh tudingan terhadap birokrasi yang dianggap masih sarat dengan kolusi dan nepotisme, menciptakan ketimpangan sosial dan ekonomi yang makin tajam di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran.


