INFOTREN.ID - Ribuan pelayat menyerbu Bandara Internasional Jomo Kenyatta dan sebuah stadion utama di Nairobi, Kenya, untuk menyambut kedatangan jenazah tokoh oposisi ternama Raila Odinga yang wafat pada Rabu (15/10) di India.
Odinga meninggal dunia pada usia 80 tahun saat menjalani perawatan medis di Negeri Bollywood.
Kekacauan pecah ketika massa memaksa masuk ke area bandara dan memblokade jalan menuju lokasi upacara penghormatan kenegaraan.
Kondisi tersebut memaksa pasukan keamanan melepaskan tembakan peringatan ke udara dan menembakkan gas air mata ke arah kerumunan.
“Pasukan keamanan Kenya melepaskan tembakan ke udara dan melempar gas air mata untuk membubarkan ribuan pelayat di stadion tempat jenazah Raila Odinga disemayamkan,” tulis Reuters dalam laporannya, Kamis (16/10/2025).
Odinga merupakan salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah politik Kenya.
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Ia dikenal luas sebagai simbol perlawanan terhadap pemerintahan otoriter, mantan tahanan politik, serta tokoh penting dalam perjuangan demokrasi multi-partai di Kenya.
Meskipun lima kali gagal dalam pemilihan presiden, Odinga tetap menjadi figur sentral oposisi dan pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Kenya pada 2008.
Di hari pemulangan jenazah, ribuan pendukungnya yang dikenal militan memadati jalanan, memaksa pengamanan memperketat lokasi strategis termasuk parlemen yang direncanakan sebagai tempat persemayaman publik.


