INFOTREN.ID - Amerika Serikat telah menyetujui penggunaan visa sementara bagi warga Korea Selatan (Korsel) untuk bekerja di lokasi investasi Korsel di AS, sebagai respons atas desakan Seoul pasca penangkapan massal pekerja di pabrik Hyundai di Georgia. 

Namun, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Korsel pada Rabu, belum ada kepastian soal solusi permanen terkait visa kerja untuk tenaga ahli dari Korsel.

Dilansir dari Reuters (1/10/2025), dalam pertemuan kelompok kerja bilateral, yang dihadiri pejabat dari Departemen Luar Negeri, Keamanan Dalam Negeri, dan Perdagangan AS, disampaikan bahwa pekerja Negeri Ginseng ini dapat melakukan tugas seperti pemasangan dan perbaikan peralatan di proyek investasi Korea Selatan di wilayah AS.

Sebagai tindak lanjut, AS akan membuka bagian baru di Kedutaan Besar di Seoul khusus untuk urusan visa pekerja Korea Selatan, serta membuka jalur koordinasi baru antara otoritas imigrasi AS dan misi Korea Selatan.

Langkah ini muncul setelah kejadian pada bulan September, ketika ratusan pekerja asal Korsel ditangkap dalam razia besar-besaran di fasilitas Hyundai yang sedang dibangun. Insiden itu menyoroti betapa rumitnya akses visa bagi pekerja terampil Korea Selatan, bahkan dalam proyek investasi strategis.

iklan sidebar-1

Kendati demikian, para pejabat AS menyebutkan bahwa perubahan menyeluruh pada sistem visa untuk menyesuaikan dengan kebutuhan ini masih menghadapi hambatan legislatif yang signifikan, karena isu visa erat kaitannya dengan debat imigrasi yang sangat sensitif di AS.

Selama bertahun-tahun, Korea Selatan telah mendorong rancangan undang-undang yang bertujuan menciptakan atau memperluas kategori visa bagi pekerja spesialis mereka. Sayangnya, upaya ini terus menghadapi hambatan di Kongres AS.

Wakil Menteri Luar Negeri AS, Christopher Landau, dalam pertemuan kelompok kerja perdana di Washington, menegaskan pentingnya kontribusi pekerja Korea Selatan bagi proyek investasi di AS. Pemerintah AS juga kembali menekankan komitmennya untuk mendorong masuknya investasi dari perusahaan-perusahaan Korea Selatan sebagai investor asing utama di negara tersebut.

Kelompok kerja bilateral ini dijadwalkan akan mengadakan pertemuan lanjutan guna mencari solusi jangka panjang yang lebih konkret terhadap permasalahan visa dan ketenagakerjaan ini. (*)