INFOTREN.ID - Razia imigrasi skala besar yang dilakukan aparat federal di Charlotte, North Carolina, memicu perhatian luas akhir pekan lalu.
Charlotte, salah satu pusat finansial utama AS, menjadi lokasi awal perluasan operasi penegakan imigrasi oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS).
Dikutip dari laporan Reuters (16/11), DHS menyatakan bahwa mereka mengerahkan aparat untuk “memastikan warga Amerika aman dan ancaman terhadap keselamatan publik dihapus.”
Dalam pernyataannya, DHS juga menyebut “sudah terlalu banyak korban akibat imigran asing yang menjalankan tindakan kriminal.”
Meski begitu, DHS tidak merinci berapa banyak petugas yang dikerahkan atau berapa orang yang ditahan. Minimnya informasi ini menambah pertanyaan dan kecemasan di tingkat lokal.
Komunitas Imigran Resah, Pemerintah Kota Tenangkan Warga
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Operasi yang berlangsung tiba-tiba ini langsung menimbulkan kecemasan di kalangan imigran. Warga melaporkan meningkatnya rasa takut untuk beraktivitas di luar rumah, termasuk pergi bekerja atau mengantar anak ke sekolah.
Pemerintah kota Charlotte, termasuk Walikota Vi Lyles, meminta warga tetap tenang dan segera mencari nasihat hukum bila merasa berisiko terkena razia.
Pemerintah juga menegaskan bahwa polisi lokal tidak ikut serta dalam operasi besar-besaran ini.


