BisnisMarket – Pemerintah melakukan terobosan guna mempercepat penyediaan talenta digital untuk kebutuhan transformasi digital melalui Program Digital Talent Scholarship (DTS). Program DTS diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai program ungulan dalam menyiapkan talenta digital di Indonesia.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Kominfo Hary Budiarto menyatakan, Program DTS tahun 2021 sukses melampaui jumlah peserta yang ditargetkan sebanyak 100 ribu.
“Malam ini kegiatan Appreciation Day kita memberikan apresiasi kepada para mitra kita, karena target 100 ribu itu sekarang sudah tercapai 109 ribu para peserta pelatihan talenta digital. Jadi kami mengucapkan banyak terima kasih, kami melaksanakan acara ini kepada para mitra yang telah kita bekerja sama,” katanya dalam DTS Appreciation Day di Ayana MidPlaxa Jakarta Pusat, Rabu (15/12/2021).
Pelatihan DTS sendiri diharapkan dapat menjangkau seluruh segmen masyarakat agar dapat mengambil bagian sebagai talenta digital sehingga dapat menumbuhkan dan mensejahterakan masyarakat Indonesia di era digital.
“Jadi kita melakukan pelatihan terus kemudian kita melakukan sertifikasi kepada para peserta pelatihan agar mereka bisa masuk ke industi, yaitu industri digital secara global dan industri digital nasional. Program pelatihan untuk mewujudkan masyarakat digital adalah salah satu dari arahan Bapak Presiden tentang akselerasi transformasi digital,” papar Hary Budiarto.
Menurut Kabalitbang SDM Kementerian Kominfo, program DTS 2021 menggandeng mitra kerja baik dari kalangan akademisi, swasta, platform digital hingga perusahaan global ternama.
“Pelatihan itu bisa berlangsung dengan baik sesuai target dengan dukungan mitra kerja sama, bahkan melampaui target di tahun 2021,” ujarnya.
Melalui DTS Appreciation Day, Kementerian Kominfo juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti tahapan pelatihan hingga dinyatakan lulus dan sebagai alumni DTS 2021.
“Mereka mengikuti pelatihan ini dan mengimplementasi ke berbagai hal, ada yang bekerja, ada yang membuat startup sampai mereka mengikuti kejuaraan-kejuaraan di tingkat dunia, seperti ada juga yang difabel mereka mengikuti kejuaraan dunia dan mereka berhasil,” papar Hary Budiarto.


