Infotren.id - Tak banyak yang tahu bahwa musisi ternama Maia Estianty berasal dari keluarga dengan latar belakang intelektual dan historis yang sangat kuat. Ayahnya, Ir. Harjono Sigit, bukan hanya dikenal sebagai arsitek visioner, tetapi juga pernah menjabat sebagai Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Tak berhenti di situ, Harjono juga merupakan cucu dari pahlawan nasional HOS Cokroaminoto, sosok guru bangsa yang pernah menjadi mentor Presiden Soekarno.

Harjono Sigit lahir di Madiun pada 21 September 1939. Ia mengenyam pendidikan tinggi di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan meraih gelar insinyur Arsitektur pada tahun 1964. Setelah lulus, ia memulai karier profesionalnya sebagai arsitek dengan berbagai karya penting di berbagai kota di Indonesia. Salah satu ciri khas desainnya adalah keberaniannya bereksperimen dengan bentuk struktural, seperti atap hiperbolik-parabolik yang tampak pada proyek Pasar Atum Surabaya.

Karier akademis Harjono Sigit di ITS juga sangat gemilang. Ia mengajar sejak 1964 hingga pensiun pada 2005. Sepanjang kariernya, ia sempat menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik Arsitektur, Pembantu Rektor II, hingga akhirnya dipercaya menjadi Rektor ITS periode 1982–1986. Bersama rekannya, Prof. Johan Silas, Harjono turut merintis pengembangan program studi Arsitektur dari tingkat sarjana hingga doktoral. Atas jasa dan dedikasinya, ITS menganugerahinya penghargaan "Angka Nitisastro" pada tahun 2022.

Sebagai arsitek, Harjono Sigit telah merancang puluhan bangunan ikonik, mulai dari Gedung PPS Semen Gresik (1965), Pasar Atum Surabaya (1977–1982), hingga Gedung Operasi Mata di Rumah Sakit Undaan (2001). Gaya arsitekturnya dipengaruhi oleh tokoh-tokoh besar dunia seperti Oscar Niemeyer dan Felix Candela. 

Sumbangsihnya tak hanya terasa di bidang pendidikan dan arsitektur, tetapi juga dalam jejak sejarah keluarga besar Indonesia. Harjono merupakan keturunan langsung HOS Tjokroaminoto melalui garis kakek buyutnya yang menjadi mertua pertama Soekarno, sebelum sang proklamator menikah dengan Inggit Garnasih.

iklan sidebar-1

Dengan warisan intelektual dan kebangsaan yang luar biasa, tak heran jika Maia Estianty mewarisi karakter kuat, mandiri, dan cerdas dari sang ayah. Sosok Harjono Sigit adalah contoh nyata bagaimana dedikasi dalam pendidikan, arsitektur, dan sejarah nasional bisa menyatu dalam satu pribadi yang menginspirasi lintas generasi.***