INFOTREN.ID - Di balik senyum dan sapa hangat seorang pemimpin, tersimpan bara api amarah yang siap membakar ketidakadilan.
Ketika bencana datang, seharusnya uluran tangan kasih yang hadir, bukan malah proyek seng yang bikin gerah. Apa yang terjadi di Aceh Tamiang?
Ironi Huntara Seng: Ketika Harapan Berubah Jadi Neraka
Bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatra seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah untuk menunjukkan kepedulian nyata. Namun, apa yang terjadi di Aceh Tamiang justru menjadi tamparan keras bagi nurani.
Hunian sementara (Huntara) yang dijanjikan untuk para korban, ternyata dibangun dari bahan seng yang panas dan tidak layak.
Presiden Prabowo Subianto pun tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Dalam rapat koordinasi pemerintah, beliau mengoreksi langsung kualitas bangunan huntara yang dibuat oleh BPI Danantara.
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
"Saya koreksi sedikit, saya tanya, 'Bagaimana ini ya? Kan saya yang panas.' Coba dipikirkan kalau bisa kita kasih apa solusi, mungkin solusinya tidak usah mahal-mahal," ujar Prabowo, dikutip lewat kanal resmi YouTube Sekretariat Presiden via Bloomberg Technoz (1/1).

Penampakan udara pemukiman hunian baru korban bencana banjir di Aceh Tamiang yang telah berdiri. (Foto BUMN via Bloomberg Technoz)


