Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini tengah menjadi sorotan tajam karena dinilai berpotensi mengurangi jatah anggaran pendidikan nasional. Menanggapi polemik tersebut, Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, akhirnya memberikan penjelasan resmi kepada publik. Ia mencoba meredam kekhawatiran berbagai pihak mengenai stabilitas dan distribusi dana dalam postur APBN mendatang.

Misbakhun menekankan bahwa setiap keputusan mengenai alokasi dana merupakan bagian dari strategi besar pengelolaan negara. Pemerintah memiliki tanggung jawab penuh untuk menentukan prioritas pembangunan yang dianggap paling mendesak bagi rakyat. Oleh karena itu, pergeseran angka dalam pos anggaran merupakan hal yang lumrah dalam praktik birokrasi keuangan.

Konteks perdebatan ini muncul seiring dengan besarnya kebutuhan dana untuk menjalankan program unggulan pemerintahan baru tersebut. Banyak pengamat pendidikan merasa cemas jika anggaran wajib 20 persen untuk sektor pendidikan akan terganggu oleh program MBG. Namun, pihak parlemen meyakini bahwa pemerintah telah melakukan kalkulasi matang sebelum mengajukan draf anggaran. "Strategi pengalokasian anggaran merupakan kewenangan penuh pemerintah dalam mengoperasionalkan APBN," tegas Mukhamad Misbakhun saat memberikan keterangan resminya. Menurutnya, eksekutif memiliki hak prerogatif untuk mengatur teknis pelaksanaan anggaran sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan. Pernyataan ini sekaligus menjadi jawaban atas kritik yang dialamatkan kepada kementerian terkait.

Dampak dari kebijakan ini diharapkan tidak akan mengorbankan kualitas layanan publik di sektor lain yang juga bersifat krusial. Misbakhun mengingatkan bahwa pengawasan dari DPR akan tetap berjalan ketat guna memastikan tidak ada penyimpangan fungsi dana. Transparansi dalam setiap tahapan pengalokasian menjadi kunci utama agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga dengan baik.

Hingga saat ini, proses sinkronisasi data dan kebutuhan riil di lapangan masih terus dilakukan oleh kementerian teknis. Pemerintah berupaya mencari titik keseimbangan agar program nutrisi dan kualitas pendidikan dapat berjalan beriringan tanpa saling mematikan. Dinamika di gedung parlemen pun diprediksi akan semakin hangat menjelang ketuk palu pengesahan anggaran final.

Sebagai penutup, Misbakhun optimis bahwa pengelolaan APBN yang fleksibel namun terukur akan membawa manfaat luas bagi kesejahteraan masyarakat. Ia mengajak semua pihak untuk melihat kebijakan ini secara komprehensif dari sudut pandang pembangunan sumber daya manusia. Keputusan akhir mengenai distribusi anggaran ini nantinya akan menjadi penentu arah kebijakan ekonomi Indonesia ke depan.

Sumber: Nasional.sindonews

https://nasional.sindonews.com/read/1681265/12/anggaran-mbg-dianggap-menggerus-dana-pendidikan-ini-kata-misbakhun-1772128953