Sektor perbankan pelat merah kini tengah bersiap menghadapi transisi besar di bawah naungan Badan Pengelola Investasi Danantara. Proyeksi kinerja keuangan kelompok Himbara untuk tahun 2025 menunjukkan dinamika yang cukup menantang bagi para pelaku pasar. Meskipun secara umum industri perbankan tetap stabil, terdapat pergeseran signifikan dalam perolehan laba bersih antar bank anggota.
Mayoritas bank yang tergabung dalam Himbara diperkirakan akan mengalami perlambatan pertumbuhan laba pada tahun mendatang. Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) diprediksi menjadi dua entitas yang mengalami koreksi pertumbuhan cukup signifikan. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor makroekonomi serta penyesuaian strategi bisnis dalam struktur organisasi yang baru.
Kehadiran Danantara sebagai super holding baru bagi perusahaan negara memberikan warna baru bagi arah kebijakan bisnis perbankan. Integrasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat posisi modal bank-bank milik negara di kancah global. Namun, proses transisi ini juga menuntut adaptasi cepat terhadap manajemen risiko dan target pertumbuhan yang lebih konservatif.
Analis pasar modal menilai bahwa tekanan pada margin bunga bersih masih menjadi tantangan utama bagi perbankan nasional. Koreksi laba pada beberapa bank besar merupakan bagian dari siklus konsolidasi setelah pertumbuhan agresif di tahun-tahun sebelumnya. Penyesuaian suku bunga acuan juga turut berperan dalam membentuk postur laporan keuangan perbankan di tahun 2025.
Meskipun BNI dan BRI menunjukkan tren melandai, terdapat satu bank anggota Himbara yang diproyeksikan justru tumbuh subur. Bank tersebut berhasil mempertahankan efisiensi biaya dana dan melakukan ekspansi kredit secara selektif di sektor-sektor potensial. Kondisi ini menciptakan disparitas kinerja yang menarik untuk dicermati oleh para investor di Bursa Efek Indonesia.
Saat ini, manajemen masing-masing bank terus melakukan sinkronisasi dengan visi besar yang diusung oleh Danantara. Fokus utama tetap pada penguatan digitalisasi perbankan dan penyaluran kredit ke sektor produktif untuk menopang ekonomi nasional. Langkah strategis ini diambil guna memitigasi dampak perlambatan laba yang diprediksi akan terjadi sepanjang tahun depan.
Secara keseluruhan, wajah perbankan Himbara di bawah kendali Danantara pada 2025 akan menampilkan peta kekuatan yang berbeda dari sebelumnya. Kemampuan bank dalam mengelola aset dan efisiensi operasional akan menjadi penentu utama dalam menghadapi fluktuasi pasar. Adaptabilitas terhadap kebijakan baru pemerintah akan menjadi kunci keberlanjutan bisnis bank pelat merah di masa depan.
Sumber: Keuangan.kontan

