PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) secara resmi memutuskan untuk melakukan penyesuaian jadwal terkait aksi korporasi mereka di pasar modal. Perusahaan pembiayaan ini memilih untuk menunda penerbitan obligasi senilai Rp 500 miliar yang semula direncanakan lebih awal. Langkah strategis ini diambil guna menyelaraskan kondisi pasar dengan kebutuhan pendanaan internal perusahaan ke depan.

Penundaan tersebut kini dijadwalkan ulang untuk terealisasi pada kuartal ketiga tahun 2026 mendatang. Meskipun ada pergeseran waktu, nilai emisi yang ditargetkan tetap berada pada angka Rp 500 miliar guna memperkuat struktur permodalan. Manajemen meyakini bahwa periode tersebut merupakan momentum yang lebih tepat untuk menyerap dana dari investor publik secara maksimal.

Di balik penundaan ini, BRI Finance rupanya tengah memfokuskan energi pada penguatan kinerja operasional secara masif di lapangan. Perusahaan sedang berupaya mengoptimalkan seluruh lini bisnisnya untuk mencapai target pertumbuhan yang signifikan dalam jangka pendek. Fokus utama saat ini beralih pada pemantapan likuiditas internal sebelum kembali melantai di bursa obligasi nasional.

Salah satu ambisi besar yang sedang dikejar oleh anak usaha Bank BRI ini adalah peningkatan volume pembiayaan bulanan. Perusahaan menetapkan target yang cukup menantang yaitu mampu menyalurkan pembiayaan hingga Rp 1 triliun setiap bulannya kepada masyarakat. Angka ini dianggap sebagai tolok ukur keberhasilan ekspansi pasar yang sedang digencarkan oleh manajemen saat ini.

Melalui target pembiayaan yang fantastis tersebut, BRI Finance berharap dapat memperluas pangsa pasar multifinance di Indonesia secara berkelanjutan. Penundaan obligasi memberikan ruang bagi perusahaan untuk menata kembali portofolio aset sebelum menanggung beban bunga dari surat utang. Strategi ini diharapkan mampu menjaga rasio kesehatan keuangan perusahaan tetap berada pada level yang optimal.

Saat ini, berbagai langkah taktis mulai diimplementasikan untuk mendukung pencapaian target pembiayaan Rp 1 triliun per bulan tersebut. Penguatan digitalisasi dan kolaborasi dengan induk usaha menjadi kunci utama dalam menjangkau nasabah yang lebih luas dan beragam. Sinergi dengan ekosistem BRI Group terus dipererat guna memastikan aliran modal tetap lancar tanpa hambatan operasional.

Dengan rencana yang matang ini, BRI Finance optimis dapat menutup celah kebutuhan dana melalui instrumen obligasi pada tahun 2026 nanti. Keberhasilan mencapai target pembiayaan bulanan akan menjadi modal kuat untuk meningkatkan kepercayaan para calon investor obligasi di masa depan. Perusahaan berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor pembiayaan.

Sumber: Keuangan.kontan

https://keuangan.kontan.co.id/news/bri-finance-bidik-penerbitan-obligasi-rp-500-miliar-pada-kuartal-iii-2026