INFOTREN.ID - Dari dapur MBG lahir masa depan anak bangsa. Gizi bukan sekadar kenyang, tapi kunci sehat, cerdas, dan kuat.
Program Makanan Bergizi (MBG) di sekolah adalah langkah mulia: memastikan anak-anak mendapat gizi seimbang demi tumbuh sehat dan cerdas.
Namun, kritik tajam muncul: benarkah makanan yang sampai ke meja anak-anak sudah layak dan aman?
Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menegaskan pentingnya keterlibatan ahli gizi sejak awal proses memasak.
“Ahli gizi ini jangan hanya di ujung mencicipi masakan MBG, tapi harus dari awal proses memberi arahan. Misalnya, jika ada bahan yang sudah tidak layak, harus diputuskan untuk dibuang. Jangan memaksakan bahan yang tidak dicek kelayakannya,” kata Cucun saat meninjau salah satu dapur MBG di Kabupaten Bandung, Senin, 15 September 2025 dikutip dari laman resmi DPR RI.
Potret Sehari-Hari Anak Sekolah
Bayangkan seorang anak SD yang berangkat dengan perut kosong karena di rumah hanya ada nasi sisa semalam.
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Baginya, menu MBG di sekolah adalah penopang semangat belajar sekaligus tumpuan harapan.
Namun, apa jadinya jika makanan itu ternyata berasal dari bahan yang sudah tak layak?
Alih-alih memberi tenaga, justru bisa menghadirkan sakit. Setiap piring MBG sejatinya adalah taruhan besar bagi masa depan anak-anak Indonesia.


