INFOTREN.ID - Kontras Jokowi dan Prabowo di PBB membuka tanya: diplomasi Indonesia, sekadar formalitas atau panggung sejarah?
Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) selalu menjadi panggung diplomasi tertinggi, tempat pemimpin dunia membentangkan visi negaranya, termasuk kehadiran Presiden RI.
Namun, Presiden Joko Widodo selama dua periode pemerintahannya memilih untuk tidak pernah hadir langsung di forum itu.
Sebaliknya, pidato Prabowo Subianto di panggung yang sama disebut-sebut akan dikenang dunia karena untuk pertama kalinya dalam satu dekade ini, Presiden RI terjun langsung di mimbar PBB.
Kontras ini memantik pertanyaan mendasar: bagaimana wajah diplomasi Indonesia di mata dunia?
Ketidakhadiran Jokowi
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Pakar menilai, absennya Jokowi bukan sekadar soal teknis jadwal, melainkan strategi komunikasi politik.
Jokowi lebih memilih bekerja dalam ruang domestik, fokus pada infrastruktur, dan meminimalkan simbolisme politik luar negeri.
Namun, di era global yang menuntut kehadiran simbolis, ketidakhadiran seorang presiden justru bisa dibaca sebagai sinyal lemahnya diplomasi representatif Indonesia.


