INFOTREN.ID - Presiden Kolombia, Gustavo Petro kembali membuat pernyataan mengejutkan.
Melalui akun media sosialnya, Petro mengklaim bahwa kapal terakhir yang dibom oleh militer Amerika Serikat (AS) di perairan Karibia bukan kapal asing sembarangan, melainkan milik Kolombia. Lebih dari itu, ia menyebut kapal tersebut membawa warga negaranya.
"Indikasi menunjukkan bahwa kapal terakhir yang dibom adalah kapal Kolombia dengan warga Kolombia di dalamnya," tulis Petro dalam unggahannya di platform X, Senin (7/10/2025) waktu Bogota.
Pernyataan tersebut langsung mengundang reaksi dari berbagai pihak, termasuk pemerintahan Amerika Serikat.
Gedung Putih menyebut tuduhan Petro tidak berdasar dan meminta agar ia menarik kembali pernyataan tersebut secara terbuka.
AS Bantah: Tuduhan yang Tak Berdasar
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Juru bicara Gedung Putih, seperti dikutip Reuters (9/10/2025), menyatakan bahwa tuduhan Petro bersifat “baseless and reprehensible” alias tidak berdasar dan tercela.
“Amerika Serikat berharap Presiden Petro akan segera menarik pernyataan tersebut secara terbuka,” tulis pejabat itu.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa AS tetap menganggap Kolombia sebagai “mitra strategis yang penting.”


