INFOTREN.ID – Panggung final turnamen bulutangkis bergengsi BWF World Tour Super 750, Denmark Open 2025, siap menjadi saksi bisu pertarungan klasik yang mempertemukan dua raksasa tunggal putra Jonatan Christie dari Indonesia dan Shi Yuqi dari China.

Laga yang dijadwalkan berlangsung Minggu 19 Oktober 2025 di Jyske Bank Arena, Odense, ini bukan sekadar perebutan gelar, melainkan sebuah pertarungan "hidup mati" antara sang juara yang sedang on fire melawan pemain nomor satu dunia.

Bagi Jonatan Christie (Unggulan 6), menembus final Denmark Open 2025 adalah pencapaian bersejarah, final pertamanya di turnamen Super 750 yang terkenal sulit ditaklukkan ini.

Perjalanan Jojo di Odense penuh liku. Di perempat final, ia harus berjuang rubber game yang melelahkan melawan Li Shi Feng (China), sebuah laga yang menguji ketahanan fisik dan mentalnya. 

Ketenangan Jojo teruji lagi di semifinal saat menghadapi wonderkid Prancis, Alex Lanier. Sempat kehilangan gim pertama 11-21, Jojo menunjukkan kematangan luar biasa dengan bangkit dan membalikkan keadaan di dua gim berikutnya (21-8, 21-13).

iklan sidebar-1

"Puji Tuhan bersyukur dan senang bisa ke final lagi, ini final pertama saya di Denmark Open. Saya akan berusaha menikmati permainan dan menjaga momentum," tutur Jonatan dengan nada optimistis.

Di sisi lain net, menanti Shi Yuqi, tunggal putra Unggulan 1 sekaligus pemain nomor satu dunia. Kehadiran Shi di final juga menandai keberhasilannya menumbangkan idola tuan rumah, Viktor Axelsen, dalam pertarungan rubber game yang sengit (21-19, 17-21, 21-17).

Shi Yuqi dikenal dengan gaya bermain yang cepat, serangan tajam, dan pertahanan yang rapat. Kemenangannya atas Axelsen menunjukkan bahwa ia berada di puncak performa dan siap mempertahankan dominasi tunggal putra China di kancah Super Series/Super 750.

Duel antara Jonatan dan Shi Yuqi adalah salah satu yang paling sering terjadi di sirkuit BWF. Data historis menunjukkan bahwa kedua pemain sudah bertemu sebanyak 14 kali, dengan keunggulan tipis di tangan Jonatan Christie, yaitu 8 kali kemenangan berbanding 6 kali kekalahan.