INFOTREN.ID - Harapan akan terobosan diplomatik dalam pertemuan puncak antara Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai memudar.
Langkah-langkah keras Beijing dan meningkatnya tensi politik-ekonomi di antara kedua negara justru mengaburkan peluang damai yang sempat terbuka lebar.
Dari “Kemajuan” ke Ketegangan
Hanya sebulan lalu, Presiden Donald Trump menyebut adanya “kemajuan” dalam pembicaraan dengan China.
Namun kini, dua negara adidaya itu justru saling menyalahkan atas meningkatnya ketegangan menjelang pertemuan yang dijadwalkan berlangsung dalam sepekan ke depan.
Sejumlah pengamat memperingatkan bahwa situasi ini bisa menggagalkan momentum diplomatik yang telah dibangun selama berbulan-bulan.
“China percaya bahwa negosiasi saja tidak cukup dan bahwa counter-measures terhadap Amerika diperlukan agar AS tidak bisa menekan,” ujar Wu Xinbo, pakar hubungan internasional asal Shanghai, dikutip dari Reuters (23/10/2025).
Beijing Perketat Ekspor, Washington Menyebut ‘Perang Ekonomi’
Beijing baru-baru ini memperluas kontrol terhadap ekspor batu tanah jarang (rare earths), mineral vital bagi industri teknologi global, termasuk semikonduktor dan kendaraan listrik.


