Infotren.id - Situasi politik tanah air kembali memanas setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjadi sorotan utama publik. Pernyataannya yang dinilai kontroversial terkait kebijakan fiskal dan arah ekonomi nasional menuai kritik tajam dari masyarakat.
Banyak pihak menilai Sri Mulyani bersikap elitis dan kurang peka terhadap penderitaan rakyat di tengah melonjaknya biaya hidup dan krisis sosial yang kian terasa.
Kekecewaan publik tak berhenti pada kritik di ruang digital, melainkan menjelma menjadi aksi nyata di lapangan. Setelah sebelumnya rumah beberapa anggota DPR digeruduk massa, rumah pribadi Sri Mulyani di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, menjadi sasaran amarah warga.
Massa merusak pagar, masuk ke dalam rumah, dan mengambil sejumlah barang berharga. Rekaman peristiwa itu pun beredar luas di media sosial dan memicu diskusi panas mengenai akarnya, kebijakan pemerintah yang dianggap pro-elit dan abai pada nasib rakyat kecil.
Salah satu pernyataan kontroversialnya yaitu ketika ia menyebut bahwa kebijakan fiskal, termasuk pengurangan subsidi, kenaikan pajak, serta penyesuaian biaya pendidikan, merupakan langkah yang “harus diterima sebagai konsekuensi pembangunan.”
Pernyataan tersebut dianggap banyak kalangan sebagai bentuk arogansi sekaligus ketidakpedulian pemerintah terhadap nasib rakyat kecil. Bagi publik, pernyataan ini memperlihatkan bahwa pemerintah lebih memihak pada kepentingan elit dan korporasi ketimbang mendengarkan keluhan masyarakat yang semakin terhimpit biaya hidup.
Akademisi dan kelompok masyarakat sipil bahkan menyebut pernyataan itu sebagai “kapitalisasi pendidikan” dan “pembebanan biaya hidup kepada rakyat.”
Kekecewaan itu kemudian meluas ke jalanan. Aksi protes yang semula dilakukan secara simbolis dengan pengiriman karangan bunga ke Kementerian Keuangan, bergulir menjadi demonstrasi besar-besaran.
Di tengah kericuhan, rumah Sri Mulyani di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, menjadi sasaran kemarahan massa. Pagar rumah dirusak, sejumlah barang berharga dijarah, dan rekaman video peristiwa tersebut viral di media sosial.


