INFOTREN.ID - Papua Nugini dengan tegas tolak kemerdekaan Palestina: konflik antara kepentingan nasional, keyakinan agama dan suara global.
Babak baru dalam sejarah dunia telah mencatat sebuah peristiwa penting bagi kelangsungan peradaban sebuah bangsa.
Tepatnya pada 12 September 2025 silam, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan cukup meyakinkan telah mengesahkan Deklarasi New York.
Deklarasi ini menyerukan pengakuan internasional terhadap negara Palestina berdasarkan perbatasan 1967 termasuk wilayah Yerusalem Timur, serta solusi dua negara yang bertikai.
Dari 193 negara anggota PBB, 142 negara menyatakan mdukungannya, sementara 10 negara memilih menolak, dan 12 negara abstain dalam keheningan.
Menariknya, dari 10 negara yang menyatakan sikap menolak itu, terdapat sebuah negara tetangga kita di ujung timur, Papua Nugini (PNG).
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Penolakan ini bukanlah sebuah langkah singular, karena sebelum-sebelumnya, PNG juga telah menolak sejumlah resolusi PBB yang pro‑Palestina.
Rermasuk diantaranya adalah usulan keanggotaan Palestina di PBB secara penuh, dan juga resolusi pengakhiran pendudukan Israel di wilayah Palestina.
Analisis: Mengapa Papua Nugini Menolak?


