INFOTREN.ID - Di tengah transisi energi global, perusahaan Denmark, Orsted, menegaskan tidak mundur dari proyek Sunrise Wind, proyek angin lepas pantai raksasa di Amerika Serikat meskipun menghadapi tantangan regulasi dan politik.

“Kami masih berencana menyelesaikan Sunrise Wind pada paruh kedua 2027,” kata CEO Rasmus Errboe dilansir dari Reuters yang diakses pada 8 Oktober 2025.

Sementara itu, proyek Revolution Wind yang sempat ditunda, kini kembali berjalan, dan diperkirakan beroperasi di kuartal kedua 2026.

Energi Bersih: Tantangan yang Sama, Harapan yang Serupa

Jika melihat tantangan pembangunan pembangkit angin di AS, Indonesia pun menghadapi hal serupa: perizinan rumit, kepastian regulasi yang fluktuatif, serta resistensi masyarakat lokal.

iklan sidebar-1

Namun, jika negara besar seperti AS saja bisa mengatasi tantangan ini dengan tekad kuat, mengapa tidak Indonesia?

AS menyetujui ladang angin lepas pantai Sunrise Wind milik Orsted untuk memasok listrik ke rumah-rumah di New York (Foto REUTERSTom Little)

Apa yang Bisa Dipelajari Indonesia?

Kepastian waktu: Orsted menyebutkan target tahun yang jelas. Di Indonesia, proyek sering mandek tanpa kejelasan tenggat waktu.