INFOTREN.ID - Pada Minggu pagi yang nahas, sekitar pukul 06.00 WIT, langit Pegunungan Bintang menjadi saksi bisu dari sebuah tragedi yang mengguncang kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).
Serangan drone yang dilancarkan oleh militer Indonesia merenggut nyawa Brigjen Lamek Alipky Taplo, seorang tokoh penting dalam gerakan Papua Merdeka, bersama tiga anggota pasukannya.
Sosok Lamek Taplo: Antara Kegesitan dan Ketegasan
Lamek Taplo bukanlah nama asing dalam pergerakan kelompok Papua Merdeka. Dikenal sebagai sosok pemimpin TPNPB yang menguasai wilayah Pegunungan Bintang, ia dikenal karena kegesitannya dan ketegasannya.
Namun, takdir berkata lain. Serangan drone telah mengakhiri perjalanan seorang tokoh yang disegani sekaligus ditakuti.
Kronologi Serangan
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Menurut laporan resmi dari pasukan TPNPB Kodap XV Ngalum Kupel dari Kiwirok via Cepos (21/10), serangan bom menggunakan drone tersebut terjadi pada hari Minggu pagi.
"Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari pasukan TPNPB Kodap XV Ngalum Kupel dari Kiwirok bahwa pada hari Minggu sekitar pukul 06.00 WIT militer indonesia telah melancarkan serangan bom menggunakan drone. Brigjend Lamek Alipky Taplo bersama tiga anggota TPNPB gugur dalam serangan tersebut," tulis Sebby dalam keterangannya.
Serangan mendadak ini tidak memberikan kesempatan bagi Lamek Taplo dan pasukannya untuk menghindar.


