INFOTREN.ID - Apakah Anda percaya dengan keadilan? Bagaimana rasanya jika keringat dan kerja keras Anda tidak dihargai sepeser pun? Inilah yang dirasakan oleh ribuan ASN di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), wilayah yang digadang-gadang menjadi beranda Ibu Kota Nusantara (IKN). Di tengah gembar-gembor pembangunan IKN, mereka justru harus menelan pil pahit karena gaji Januari 2026 tak kunjung tiba. Ada apa sebenarnya?
ASN PPU: Antara Harapan dan Kenyataan Pahit
Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yang kini menjadi sorotan karena sebagian wilayahnya menjadi lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN), menyimpan cerita pilu di balik gemerlap pembangunan. Para Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah ini harus menghadapi kenyataan pahit: gaji Januari yang seharusnya sudah masuk rekening sejak awal bulan, hingga pertengahan Januari belum juga terlihat batang hidungnya.
Jeritan Hati ASN: Kerja 45 Hari Tanpa Upah!
Salah seorang ASN PPU, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan kekecewaannya. "Kami ibaratnya sudah kerja 45 hari tanpa gaji," ujarnya dengan nada getir kepada Kompas.com, Kamis (15/1/2026). Ironis, di tengah hiruk pikuk pembangunan IKN, para abdi negara ini justru harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
DAU Seret, ASN Jadi Korban
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Keterlambatan gaji ini ternyata bukan isapan jempol belaka. Menurut sumber yang sama, gaji ASN di PPU berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU). Celakanya, hingga saat ini DAU tersebut belum juga dicairkan oleh pemerintah pusat. "Sepengetahuan dia, DAU belum dicairkan sampai saat ini," imbuhnya.
Tradisi Buruk yang Terus Berulang
Mirisnya, keterlambatan pembayaran gaji ini bukanlah kejadian pertama kali. Seorang ASN lainnya, yang juga enggan disebut namanya, mengungkapkan bahwa masalah ini sudah menjadi persoalan klasik yang terus berulang, terutama di awal tahun anggaran. “Gaji ASN PPU belum terbayarkan sejak awal Januari 2026. Ini rutin terjadi, kecuali pada 2024 yang sempat aman tanpa keterlambatan,” ujarnya dilansir dari Kompas.com, Jumat (16/1/2025).


