Infotren - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, resmi mengumumkan gencatan senjata dengan Iran usai menyetujui usulan Presiden AS, Donald Trump. Keputusan ini diumumkan tak lama setelah Israel menyatakan misi militernya terhadap Iran telah mencapai target strategis.

Trump sebelumnya mendesak kedua negara untuk mengakhiri ketegangan demi stabilitas kawasan Timur Tengah. Usulan itu diterima Netanyahu setelah menerima laporan bahwa fasilitas militer Iran yang menjadi sasaran telah dilumpuhkan.

Netanyahu menegaskan bahwa Israel tidak berniat melanjutkan konflik selama ancaman dari Iran tidak lagi muncul. Ia juga menyebut dukungan AS menjadi faktor kunci dalam keberhasilan operasi tersebut.

Iran belum memberikan pernyataan resmi terkait gencatan senjata ini, namun sumber diplomatik menyebut mereka menyambut baik langkah tersebut. Komunitas internasional juga menyuarakan harapan agar perdamaian jangka panjang segera tercipta.

Langkah ini mendapat respons positif dari berbagai negara, termasuk Uni Eropa dan PBB, yang memuji diplomasi AS. Mereka berharap dialog lanjutan bisa dibuka untuk membahas solusi damai yang berkelanjutan.

iklan sidebar-1

Di dalam negeri, Netanyahu mendapat dukungan dari koalisinya atas keputusan tersebut, meski sebagian oposisi meminta transparansi penuh atas hasil misi militer. Gencatan senjata ini disebut sebagai kemenangan politik dan diplomatik bagi Israel.

Pengamat menilai keputusan ini dapat menurunkan eskalasi regional dan membuka peluang negosiasi jangka panjang. Dunia kini menunggu tindak lanjut dari Iran dan bagaimana kedua negara menjaga stabilitas usai ketegangan memuncak.