INFOTREN.ID — Menjelang penutupan tahun 2025, roda mutasi di tubuh Polri kembali bergerak cepat. Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo melakukan rotasi besar-besaran yang menyentuh jantung komando di Polda Bali. Sebanyak 1.086 personel, mulai dari perwira pertama hingga perwira tinggi, dimutasi berdasarkan Surat Telegram Kapolri tertanggal 15 Desember 2025.
Di balik narasi resmi tentang penyegaran organisasi dan dinamika karier, gelombang mutasi kali ini menarik perhatian publik karena menyasar sejumlah posisi strategis yang dalam beberapa bulan terakhir berada di bawah sorotan. Waktunya yang berdekatan dengan penanganan sejumlah kasus sensasional membuat rotasi ini tak luput dari pembacaan publik yang lebih kritis: apakah murni siklus rutin, atau ada pesan evaluatif yang ikut menyertainya?
Kapolres Badung Bergeser, Wilayah “Paling Panas” Berganti Komando
Salah satu mutasi yang paling mencolok adalah perpindahan AKBP Arif Batubara dari jabatan Kapolres Badung ke Kapolres Klungkung. Badung merupakan wilayah dengan dinamika keamanan tertinggi di Bali, mencakup kawasan pariwisata padat seperti Kuta, Seminyak, dan Canggu.
Pergeseran ini terjadi tak lama setelah Polres Badung menangani kasus viral yang melibatkan figur publik internasional, termasuk penangkapan artis film dewasa Bonnie Blue di sebuah vila di kawasan tersebut atas dugaan pelanggaran keimigrasian dan norma kesusilaan. Meski tidak ada pernyataan resmi yang mengaitkan mutasi dengan penanganan kasus tersebut, kedekatan waktunya tetap menjadi bahan perbincangan.
Posisi Kapolres Badung kini diisi AKBP Joseph Edward, yang sebelumnya menjabat Kapolres Karangasem. Sementara itu, kursi Kapolres Karangasem ditempati AKBP I Made Santika, mantan Kasubdit VIP Ditpamobvit Polda Bali.
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Direktur Siber Ditarik ke Mabes, Penanganan Digital Jadi Sorotan
Pergerakan strategis lain adalah penarikan Kombes Pol Ranelfi Dian Candra dari jabatan Direktur Siber Polda Bali ke Bareskrim Polri. Mantan Kapolres Tabanan itu memimpin direktorat siber di tengah meningkatnya kasus kejahatan digital dan distribusi konten sensitif di ruang daring.
Posisinya kini diisi AKBP Aszhari Kurniawan, sebelumnya menjabat Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat. Masuknya perwira dari wilayah dengan kompleksitas kejahatan siber tinggi dinilai sebagai langkah penguatan kapasitas penanganan kejahatan digital di Bali.


