Infotren.id - Mpok Alpa Meninggal Dunia, Begini Perjalanan Karier Sang Komedian Betawi duka datang dari dunia hiburan tanah air. Mpok Alpa, komedian sekaligus presenter yang dikenal dengan logat Betawi dan gaya bicara jenakanya, meninggal dunia pada Jumat, 15 Agustus 2025. 

Informasi ini disampaikan oleh Raffi Ahmad dan Irfan Hakim saat membawakan acara "FYP" Trans7, usai dihubungi langsung oleh suami Mpok Alpa. Kepergiannya yang tiba-tiba membuat publik terkejut dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan penggemarnya.

Mpok Alpa, yang memiliki nama asli Nina Carolina, mulai dikenal luas pada 2018 lewat sebuah video curhat spontan yang viral di media sosial. Dalam video tersebut, ia melontarkan keluhan lucu khas ibu rumah tangga yang sudah dandan rapi namun tidak diajak ke mana-mana, hingga melontarkan kalimat ikonik “Ulek bae di rumah” yang melekat di ingatan publik.

Sebelum viral, ia mengawali kariernya sebagai penyanyi dangdut panggung di berbagai acara hajatan. Karakternya yang ceria, ekspresi wajah yang luwes, serta spontanitas dalam berinteraksi dengan penonton menjadi modal yang kelak membawanya ke dunia komedi.

Setelah viral, pintu dunia hiburan terbuka lebar. Ia mulai tampil di sejumlah acara komedi di televisi, salah satunya "Opera Van Java". Dalam program ini, ia membawakan karakter Betawi yang blak-blakan, kocak, dan penuh improvisasi, membuatnya cepat disukai penonton. 

iklan sidebar-1

Keberhasilannya di panggung komedi membawanya menjadi presenter di acara "FYP" bersama Raffi Ahmad dan Irfan Hakim, di mana ia sering memancing gelak tawa lewat candaan spontan dan interaksi kocak dengan bintang tamu.

Selain sukses sebagai komedian dan presenter, wanita 38 tahun itu juga merilis beberapa lagu dangdut, di antaranya “Ke Emol” dan “Mati Rasa”, yang tetap membawa ciri khas kelucuannya. 

Gaya ceplas-ceplos, bahasa sehari-hari yang akrab di telinga penonton, serta kemampuan membuat humor dari hal-hal sederhana menjadikannya salah satu komedian perempuan paling menonjol di industri hiburan.

Kini, tawa dan canda Mpok Alpa tinggal kenangan. Sosoknya akan selalu diingat sebagai komedian yang lahir dari kesederhanaan, berjuang dari panggung kecil hingga layar kaca nasional, dan menghibur jutaan penonton dengan caranya yang tulus dan khas.***