INFOTREN.ID - Banjir besar yang melanda Sumatera dan Aceh beberapa waktu lalu bukan sekadar bencana alam biasa.
Lebih dari sekadar curah hujan tinggi, ada tragedi lingkungan yang mengintai di baliknya. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid blak-blakan mengakui bahwa hilangnya pohon menjadi penyebab utama bencana ini.
"Apa sih problem-nya banjir ini di Sumatera? Adalah debit air yang banyak tidak ada penyangga serapan. Kenapa? Karena penyangga serapannya dulunya adalah tumbuh-tumbuhan, pohon-pohon. Pohonnya hilang," ujarnya Okezone.
Mafia Tanah Mengintai di Balik Lumpur
Di tengah duka warga yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian, ancaman lain yang tak kalah mengerikan muncul: mafia tanah!
Lahan-lahan sawah yang musnah akibat banjir menjadi incaran para oportunis yang ingin mengeruk keuntungan pribadi.
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Menteri Nusron Wahid tak tinggal diam. Ia menegaskan bahwa Kementerian ATR/BPN siap melindungi lahan-lahan di tiga provinsi terdampak (Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat) dari ancaman mafia tanah.
ATR/BPN Pasang Badan: Lahan Warga Harus Selamat!
"Ini tadi saya dapat informasi terdapat 65 ribu hektare lahan sawah yang terkena lumpur. Berarti ada potensi sawah itu menjadi (tanah) musnah," ungkap Menteri ATR/BPN, Senin (8/12/2025).


