INFOTREN.ID - Sebuah operasi besar-besaran aparat keamanan Brasil di Rio de Janeiro berakhir tragis.
Sedikitnya 119 orang tewas, menjadikannya penggerebekan polisi paling berdarah dalam sejarah modern Brasil.
Menurut laporan Channelstv (29/10/2025), aksi aparat tersebut menargetkan geng narkoba paling berpengaruh di kota itu, Comando Vermelho (Komando Merah).
Operasi yang semula dimaksudkan untuk menekan penguasaan wilayah justru berubah menjadi adegan perang terbuka di tengah permukiman padat.
“Negara datang untuk melakukan pembantaian, bukan operasi. Mereka datang langsung untuk membunuh, untuk mengambil nyawa,” kata seorang warga yang enggan disebut namanya kepada AFP.
Warga Ketakutan, Jenazah Berjejer di Jalan
Sehari setelah operasi berlangsung, warga di favela Complexo da Penha menemukan puluhan mayat di hutan di pinggiran wilayah tersebut.
Sebagian jenazah ditemukan dalam kondisi mengenaskan bahwa ada yang terpenggal kepala, dan ada pula yang terbakar serta terikat.
“Ada orang-orang yang dieksekusi, banyak ditembak di belakang kepala. Ini tidak bisa disebut keamanan publik,” ujar Raull Santiago, aktivis sekaligus warga setempat.


