Infotren.id - Syech Zaki Alatas adalah sosok yang kerap menarik perhatian publik, khususnya di kalangan warganet Indonesia, usai pernikahannya dengan YouTuber sekaligus influencer kuliner, Tasyi Athasyia.
Tak hanya dikenal sebagai suami dari Tasyi Athasyia, Syech Zaki Alatas juga dikenal sebagai seorang pengusaha sukses sekaligus figur dengan latar belakang religius yang kuat.
Syech Zaki Alatas berasal dari keluarga keturunan Arab yang tinggal di Indonesia. Meski tak banyak informasi detail tentang tanggal lahir atau riwayat pendidikannya yang dipublikasikan, Zaki diketahui tumbuh besar di lingkungan yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai Islam.
Budaya Arab yang melekat kuat dalam keluarganya membuat praktik pernikahan antar sepupu menjadi hal yang lumrah dan diterima, seperti yang terjadi dalam kisah cintanya bersama Tasyi.
Zaki dan Tasyi sendiri merupakan sepupu yang akhirnya melangkah ke jenjang pernikahan pada 4 Januari 2015. Pernikahan keduanya digelar dengan mewah dan megah, mengusung tema "The Great Gatsby", yang terinspirasi dari nuansa glamor era 1920-an.
Pekerjaan Syech Zaki Alatas
Di balik sosoknya yang religius, Syech Zaki Alatas juga dikenal sebagai seorang pengusaha muda yang sukses. Ia menjabat sebagai CEO Home Safe International Group, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan teknologi dan aplikasi, salah satunya adalah aplikasi Hotfix.
Meski detail spesifik mengenai aplikasi tersebut tidak banyak dipublikasikan, perusahaan ini disebut-sebut fokus pada solusi teknologi yang berkaitan dengan keamanan rumah atau prope
rti.
Pemilik Pondok Pesantren
Selain sibuk sebagai pengusaha, Zaki Alatas juga dikenal sebagai figur yang sangat religius. Ia tumbuh besar dalam keluarga yang dikenal taat beragama dan bahkan memiliki latar belakang sebagai pemilik sebuah pesantren. Hal ini pula yang turut memengaruhi keputusan sang istri, Tasyi, untuk mengenakan hijab dan mendalami kehidupan yang lebih Islami.
Tasyi pernah mengungkap dalam beberapa kesempatan bahwa keputusannya berhijab adalah bagian dari usahanya untuk "memantaskan diri" di hadapan sang suami, yang dikenal sangat agamis. Keputusan ini juga mendapat dukungan penuh dari keluarga besar keduanya yang memang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman.


