INFOTREN.ID - Laporan mengejutkan muncul di tengah upaya rapuh untuk menjaga stabilitas di Jalur Gaza, di mana Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diklaim menyatakan "kebanggaan" atas operasi militer yang melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Klaim tersebut menyebutkan bahwa Israel telah menjatuhkan 153 ton bom di Gaza dalam operasi yang dilakukan di tengah masa jeda pertempuran.
Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan kelompok perjuangan Palestina di Gaza, Hamas, yang baru berlaku, kembali terancam oleh serangkaian insiden dan serangan militer. Berbagai laporan media internasional menyoroti bahwa Israel telah berulang kali melanggar perjanjian tersebut.
Beberapa sumber berita mengutip pernyataan yang mengindikasikan bahwa Israel secara terang-terangan mengakui telah melancarkan serangan meskipun dalam masa gencatan senjata.
“Selama gencatan senjata, dua tentara gugur. Kami menyerang mereka dengan 153 ton bom dan menyerang puluhan target di seluruh Jalur Gaza,” ujar Netanyahu.
Angka 153 ton bom yang diklaim dijatuhkan di Gaza menunjukkan skala serangan yang masif, yang diyakini menargetkan infrastruktur dan komandan Hamas.
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Netanyahu menyatakan bahwa operasi tersebut berhasil menghabisi komandan Hamas, yang menjadi dasar dari "kebanggaan" atas tindakan militer tersebut.
Tindakan Israel yang melanggar gencatan senjata ini mendapat kecaman dari berbagai pihak, termasuk PBB dan negara-negara penjamin perdamaian. Serangan udara di tengah upaya damai ini menambah daftar panjang insiden yang merenggut nyawa warga sipil dan memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah parah di Gaza.
Serangan yang dilaporkan terjadi di tengah gencatan senjata telah menyebabkan korban kembali berjatuhan sebanyak 97 orang tewas, termasuk warga sipil yang berupaya kembali ke rumah atau mencari perlindungan.


