Infotren.id - Kanker merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia yang hingga kini masih menjadi misteri besar dalam dunia medis. Berbeda dengan penyakit menular seperti Covid-19 yang berhasil ditemukan vaksinnya hanya dalam waktu setahun, kanker yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu masih sulit ditemukan obat penyembuh totalnya.
Kanker adalah penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali dan dapat menyebar ke jaringan tubuh lain. Normalnya, ketika sel tubuh rusak akibat mutasi DNA, sel tersebut memiliki “program bunuh diri otomatis” agar tidak merusak sel lain.
Namun, pada sel kanker, program ini mengalami error. Akibatnya, sel yang seharusnya mati justru terus berkembang biak, membentuk jaringan ganas, dan menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Alasan Kanker Sulit di Obati
Ada beberapa alasan mengapa kanker begitu rumit untuk ditangani:
1. Pintar Menipu Sistem Imun
Sel kanker mampu bersembunyi dan menipu sistem kekebalan tubuh sehingga tidak mudah dikenali sebagai musuh.
2. Mudah Bermutasi
Kanker dapat berubah bentuk atau bermutasi dengan cepat, sehingga obat yang sebelumnya efektif bisa menjadi tidak berguna.
3. Bisa Muncul Kembali
Meskipun sel kanker sudah berhasil dihancurkan melalui operasi, kemoterapi, atau radioterapi, penyakit ini dapat kembali muncul di kemudian hari, bahkan lebih ganas dari sebelumnya.
Faktor Risiko Kanker
Mutasi DNA yang menyebabkan kanker bisa terjadi secara acak, sehingga semua orang memiliki risiko. Namun, gaya hidup juga memengaruhi besarnya kemungkinan seseorang terkena kanker. Faktor risiko antara lain:
- Merokok dan konsumsi alkohol berlebih
- Pola makan tidak sehat
- Kurang aktivitas fisik
- Paparan zat kimia berbahaya
- Riwayat genetik atau keturunan
Pengobatan Kanker Saat Ini
Selama beberapa dekade terakhir, pengobatan kanker telah berkembang pesat. Metode yang umum digunakan antara lain:
- Operasi untuk mengangkat sel kanker.
- Kemoterapi menggunakan obat-obatan kimia.
- Radioterapi dengan sinar radiasi untuk menghancurkan sel kanker.
- Terapi target dan imunoterapi untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh dalam melawan kanker.
Meski demikian, pengobatan ini tidak selalu berhasil menyelamatkan pasien, serta memiliki risiko efek samping yang berat.


