INFOTREN.ID - Perjanjian bungkam kasus keracunan MBG mengguncang. Saat sekolah diminta diam, publik menuntut transparansi demi keselamatan generasi muda.

Kabar tentang kasus keracunan makanan olahan MBG (Makan Bergizi Gratis) merebak dari berbagai daerah.

Ratusan siswa tumbang, sebagian dirawat di rumah sakit, dan masyarakat pun resah. Namun di tengah kepanikan publik, muncul kabar mengejutkan: sebuah perjanjian yang disebut-sebut mewajibkan pihak sekolah untuk tidak membocorkan kasus tersebut.

Perjanjian ini sontak viral di media sosial, menimbulkan tanya: mengapa sekolah, yang sejatinya menjadi benteng pertama keselamatan siswa, justru diminta bungkam?

Kisah Perjanjian yang Membisu

iklan sidebar-1

Dalam perjanjian itu, sekolah diminta untuk menjaga kerahasiaan terkait dugaan keracunan produk MBG.

Argumennya, demi ketenangan dan menghindari kegaduhan. Akan tetapi, konsekuensi moral dan sosial dari kesepakatan semacam ini jauh lebih dalam.

Bayangkan, orang tua yang menitipkan anaknya kepada lembaga pendidikan justru berhadapan dengan tirai kerahasiaan.

Mereka tak lagi mendapat kepastian tentang apa yang sebenarnya terjadi. Di titik inilah, publik wajar merasa dikhianati oleh janji keterbukaan.