INFOTREN.ID - Di tengah hiruk-pikuk dunia yang terus berubah, muncul kisah inspiratif tentang seseorang yang melintasi lautan dan budaya untuk mengejar ilmu. 

Ntivuguruzwa Jean De La Croix, mahasiswa asal Rwanda, memilih Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai tujuan studinya. 

Dengan beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Jean memulai petualangan di Program Doktoral Ilmu Komputer, Departemen Teknik Informatika.

Pilihan ini bukan kebetulan; ITS dikenal dengan reputasi kuat di bidang riset dan teknologi, menawarkan ruang bagi ide-ide segar untuk berkembang.

Kisah inspiratif ini mengajak kita melihat bagaimana tekad bisa mengubah mimpi menjadi kenyataan.

iklan sidebar-1

Dari Negeri Singapura-nya Afrika ke Kota Pahlawan

Jean tiba di Indonesia dengan latar belakang yang kaya akan semangat belajar. Sebagai warga Negeri Singapura-nya Afrika (julukan Rwanda), ia membawa pengalaman adaptasi di lingkungan baru, yang menjadi fondasi perjuangannya. 

Program Doktoral Ilmu Komputer di ITS, yang didukung oleh 20 staf pengajar bergelar doktor termasuk 10 guru besar, menarik perhatiannya. 

Fokus penelitiannya pada pengamanan informasi digital, isu krusial di era digital saat ini selaras dengan kebutuhan global.