Infotren.id - Kediaman Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, di Solo mendadak ramai oleh kedatangan belasan orang dari Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA). Mereka datang dengan tujuan utama, yakni meminta klarifikasi langsung mengenai keaslian ijazah yang selama ini menjadi perdebatan. Aksi ini merupakan kelanjutan dari kunjungan mereka ke Universitas Gadjah Mada (UGM) sehari sebelumnya.
Massa TPUA berjalan kaki menuju kediaman Jokowi dengan membawa sejumlah atribut. Setelah bernegosiasi, beberapa perwakilan massa diizinkan memasuki rumah untuk menyampaikan aspirasi mereka. Wakil Ketua TPUA, Rizal Fadhilah, menjelaskan bahwa kedatangan mereka bertujuan untuk bersilaturahmi dan melakukan klarifikasi terkait ijazah Jokowi.
"Intinya silaturahmi halal bihalal, biasalah seperti warga halal bihalal untuk bertemu," ujarnya, dikutip detikjateng. Ia berharap Jokowi bersedia menunjukkan ijazah aslinya untuk mengakhiri polemik yang berkembang.
Rizal Fadhilah menekankan pentingnya transparansi dalam masalah ini. Ia menegaskan bahwa pihaknya hanya ingin membantu Jokowi untuk "berhubungan dengan ijazah aslinya yang selama ini beliau sampaikan". Pernyataan ini menyiratkan keraguan mereka terhadap keabsahan ijazah yang selama ini menjadi dokumen resmi Jokowi.
Sebelumnya, Wakil Rektor UGM, Prof. Wening Udasmoro, telah menegaskan bahwa Jokowi memang lulus dari Fakultas Kehutanan pada tahun 1985. Prof. Wening juga menyatakan bahwa ijazah asli Jokowi berada di tangan yang bersangkutan.


