INFOTREN.ID – Banjir bandang dan longsor yang menerjang tiga provinsi di Sumatera baru-baru ini seakan-akan memicu adrenalin publik mendesak Raja Juli Antoni sebagai Menteri Kehutanan (Menhut) RI saat ini agar mundur teratur.

Namun hingga saat ini, Raja Juli Antoni masih eksis dan tak bergeming di posisinya sebagai orang nomor satu ‘Raja Hutan’ Indonesia.

Menyikapi hal ini, banyak pihak menuntut agar pria yang menempuh studi doktoral (PhD) di University of Queensland, Australia, lulus pada 2010, dengan fokus kajian peran agama dalam perdamaian ini harus mampu menuntaskan setidaknya 5 persoalan sangat serius yang sedang menimpa bangsa terkait tupoksi dan kedudukannya sebagai Menhut.

Menghentikan Laju Deforestasi yang Masih Mengancam

Salah satu pekerjaan rumah utama adalah menekan laju deforestasi yang masih terjadi di berbagai wilayah Indonesia. 

iklan sidebar-1

Tekanan ekonomi daerah, ekspansi perkebunan, dan pembalakan liar menjadikan persoalan ini kompleks.

Meski beberapa tahun terakhir angka deforestasi menurun (konon kabarnya), publik tetap menuntut konsistensi, bukan sekadar pencitraan data.

Tantangan ini menjadi semakin berat ketika kebijakan pelepasan kawasan hutan kerap berhadapan dengan kepentingan korporasi, ekonomi daerah, hingga perizinan lama yang belum terselesaikan.

Di titik ini, Menhut yang lahir di Pekanbaru, 13 Juli 1977 ini bukan hanya dituntut secara teknis, tetapi politik dan keberanian moral.