INFOTREN.ID - Di balik tenda darurat Posko Kesehatan dan dapur umum di Desa Marsada, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), terdengar tangisan seorang bayi.
Tangisan yang memilukan, menggema di antara kesibukan relawan yang berusaha membantu para korban longsor. Bayi mungil berusia sekitar satu bulan itu terpisah dari ibunya, yang masih berada di lokasi longsor.
Menggugah Hati: Sentuhan Ibu di Tengah Bencana
Di tengah kepanikan dan kesedihan, seorang wanita bernama Tengku Nova Mulyana Hanafi, anggota Bhayangkari Cabang Tapanuli Selatan, hadir sebagai oase penyejuk jiwa.
Hatinya tersentuh melihat bayi yang terus menangis tanpa henti. Rasa keibuannya bergejolak, membuatnya tak tega melihat si kecil berjuang dalam kondisi yang sangat rentan.
Aksi Heroik: ASI Sebagai Penyelamat
Tanpa ragu dan tedeng aling-aling, Tengku Nova mendekati bayi tersebut dan menawarkan air susunya kepada si bayi.
"Saat melihat bayi itu menangis, saya seperti melihat anak saya sendiri. Saya hanya memikirkan satu hal, dia harus segera ditenangkan dan dia harus minum. Selama saya bisa membantu, saya lakukan tanpa ragu," ujar Yana dalam keterangan pers Polda Sumut, dikutip Kompas.com yang diakses pada (3/12).
Aksi heroiknya ini menjadi viral di berbagai media sosial maupun media nasional dan menyentuh hati banyak orang.


