INFOTREN.ID - Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Bina Marga Jakarta Selatan harus menelan pil pahit setelah dijatuhi sanksi mutasi akibat tindakan penebangan pohon secara ilegal. ASN yang sebelumnya bertugas di lapangan tersebut kini resmi dipindahkan ke bagian Tata Usaha (TU) sebagai konsekuensi atas pelanggaran prosedur lingkungan.
Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan, Rifki Rismal, mengonfirmasi bahwa pemindahan tugas ini merupakan langkah awal sembari menunggu proses pemeriksaan lebih lanjut. "Untuk sementara dipindahkan terlebih dahulu ke TU guna mempermudah proses evaluasi internal," ujar Rifki saat dikonfirmasi pada Rabu (21/1/2026), seperti dikutip Detikcom.
Pemeriksaan terhadap oknum tersebut diketahui telah dilakukan sejak 5 Januari 2026 dan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) pun telah dirampungkan oleh tim Sudin. Saat ini, berkas perkara kepegawaian tersebut telah dilimpahkan ke tingkat Dinas Provinsi untuk menentukan sanksi disiplin final yang sesuai dengan regulasi ASN.
Rifki menegaskan bahwa pihak Suku Dinas hanya berwenang melakukan pemeriksaan awal dan melaporkan hasilnya kepada instansi yang lebih tinggi. "Proses selanjutnya ditangani oleh Dinas karena menyangkut urusan kepegawaian, namun yang bersangkutan tetap berada di bawah naungan instansi kami," tambahnya.
Skandal ini mencuat setelah Camat Kebayoran Lama, Mustofa Thohir, mengungkap adanya penebangan pohon di Jalan Iskandar Muda yang tidak sesuai dengan izin resmi pemerintah. Mustofa menekankan bahwa seluruh pohon yang berada di pinggir jalan merupakan aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang tidak boleh disentuh sembarangan.
"Pohon di pinggir jalan itu semuanya punya DKI, jadi penebangan tanpa prosedur resmi adalah pelanggaran nyata," jelas Mustofa terkait insiden tersebut. Ia sangat menyayangkan tindakan oknum tersebut karena pohon-pohon di wilayah Kebayoran Lama berfungsi penting sebagai paru-paru kota.
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Meskipun pelaku telah diperiksa, motif di balik aksi penebangan pohon di lokasi strategis tersebut masih menjadi teka-teki yang tengah didalami. Muncul dugaan kuat bahwa oknum ASN tersebut melakukan aksinya karena adanya permintaan dari pihak tertentu yang memiliki kepentingan pribadi di area jalan tersebut.
"Saya curiganya ada permintaan dari pihak lain di situ, namun kami belum mendapatkan konfirmasi detail mengenai motif sebenarnya," pungkas Mustofa.


